Translate

Monday, June 30

Ketabrak Lebaran, Awal Tahun Ajaran 2014/2015 Mundur

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Ketabrak Lebaran, Awal Tahun Ajaran 2014/2015 Mundur
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/06/ketabrak-lebaran-awal-tahun-ajaran-baru-mundur.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!

Angin segar di tengah masalah persiapan implementasi Kurikulum 2013 di tahun pelajaran 2014/2015. Tahun pelajaran 2014/2015 yang teorinya dimulai 14 Juli, tapi bakal mundur karena berdekatan lebaran.
Kemendikbud memprediksi, tahun ajaran 2014/2015 benar-benar efektif mulai 4 Agustus 2014.


Mohammad Nuh selaku Mendikbud mengatakan hampir seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia, sudah menyusun jadwal sekolah untuk tahun ajaran 2014/2015. Semua daerah kompak memulai tahun ajaran baru pada 14 Juli. "Seperti pada umumnya, tahun ajaran baru selalu di pertengahan Juli," ungkapnya.

Namun khusus tahun 2014, Mendikbud memprediksi tahun ajaran baru benar-benar afektif setelah lebaran atau pada 4 Agustus 2014. Dia lantas menguraikan, kalaupun tahun pelajaran baru dimulai 14 Juli, sekolah hanya punya waktu satu pekan saja. Sebab pada 21 Juli, sekolah libur kembali menyambut Idul Fitri 1435 H yang jatuh pada 28 Juli.

Kemendikbud diuntungkan dengan mundurnya pemberlakuan efektif awal tahun ajaran baru itu. Diantaranya adalah, Kemendikbud bisa menuntaskan target pelatihan guru yang sampai saat ini belum rampung.

Kemendikbud menargetkan pelatihan guru untuk impelementasi kurikulum 2013 ditarget tuntas pada 12 Juli. Tetapi jika di lapangan masih ada guru-guru yang belum dilatih, pelatihan guru diperpanjang pada 14-19 Juli.

Meskipun pelatihan guru ini berpotensi membutuhkan perpanjangan waktu, Mendikbud mengatakan jumlahnya tidak besar. Dia mengatakan banyak guru yang tidak bisa ikut pelatihan, karena kendala cuaca. "Mau ke kota, tetapi ombak untuk menuju kota sedang tinggi. Atau ada juga guru yang menikah. Mau diapakan lagi," katanya.

Selain itu, Kemendikbud juga diuntungkan untuk urusan pengadaan buku kurikulum baru. Dia menuturkan sampai saat ini pendistribusian buku baru sektiar 80 persen. Banyak percetakan yang belum bersedia mencetak buku, karena belum menerima orderan dari sekolah sasaran implementasi kurikulum baru.


Nuh menjelaskan Kemendikbud memberikan garansi atau jaminan, supaya percetakan itu mencetak buku tanpa menunggu orderan dari sekolah. Secara teknis, percetakan mencetak buku terlebih dahulu berdasarkan estimasi kapasitas yang ditetapkan Kemendikbud.


Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.