Translate

Sunday, June 29

Puasa Tetap Pede,Bagi Penderita Maag

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Puasa Tetap Pede,Bagi Penderita Maag
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/06/puasa-tetap-pedebagi-penderita-maag.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!

Perasaan waswas menghantui penderita sakit mag, ketika menjelang ramadhan. Apakah akan baik-baik saja menjalani ibadah puasa? Atau, adakah perlakuan-perlakuan khusus yang diperlukan untuk menjaga ketenangan ibadah?



Salah seorang dokter yang bertugas di Pusat Konsultasi Ahlinya Lambung (PKAL) yang bernama  Heris Setiawan Kusumaningrat, menuturkan pendapatnya. ”Sakit mag tidak hanya menyinggung masalah fisik, namun juga psikis,” ujar dia, seperti dikutip dari JPNN (29/6).

Lewat kegiatan yang diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk pada tanggal 26–29 Juni 2014, Heris beserta sembilan dokter lainnya mengadakan pelayanan konsultasi gratis dan edukasi seputar kesehatan lambung.

Penderita sakit mag, ujar Heris, sebetulnya tidak perlu waswas menjalani ibadah puasa. Faktor terbesar yang memengaruhi justru sisi psikologis sang penderita. ”Saat hari pertama berpuasa, organ-organ dalam tubuh akan otomatis beradaptasi. Sebenarnya tidak perlu khawatir mag kambuh, yang penting mentalnya siap,” tutur dokter yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Tambakrejo itu.

Mental, papar dia, berpengaruh amat besar terhadap proses adaptasi tubuh saat berpuasa. Jika seseorang meniatkan secara sungguh-sungguh, tubuh akan merespons positif. Sebaliknya, jika dari awal sudah beranggapan tidak kuat, organ tubuh juga akan kewalahan.

Selain mental, faktor gaya hidup sangat berpengaruh terhadap penderita mag. Tingkat kesibukan warga metropolis, terutama pekerja, hampir serupa.

Untuk mengurangi risiko sakit mag, tutur Heris, yang penting pola makan dan pola tidur teratur. Termasuk saat berpuasa. Selain itu, perlu diimbangi dengan makanan-makanan kecil pada malam hari, mulai waktu berbuka hingga menjelang tidur.

”Perbanyak makanan berserat saat sahur. Makanan berserat lebih lam
bat dicerna dan bertahan lama di dalam tubuh,” terang dia.

Sakit mag, ujar Heris, sangat bisa disembuhkan. Dengan penerapan pola hidup yang benar, dinding lambung yang terluka bisa tertutup lagi. Tapi, jika kembali ke pola hidup yang salah, lambung akan terluka lagi. ”Bisa di tempat yang sama atau tempat yang baru,” papar dia.
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.