Translate

Wednesday, June 25

Tanggal 27 Juni 2014, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Tanggal 27 Juni 2014, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/06/tanggal-27-juni-2014-pemerintah-gelar-sidang-isbat-penentuan-awal-ramadhan.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!

Pemerintah melalui Kemenag akan menyelenggarakan sidang isbat (penentuan) awal puasa 1 Ramadhan 1435 H/2014 M, pada hari Jumat tanggal 27 Juni 2014. Untuk tahun ini, sidang isbat tidak akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi, namun hasil sidangnya akan disampaikan melalui konperensi pers secara terbuka, seusai pelaksanaan sidang.



Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama mengatakan : “Banyak masukan yang datang ke kami yang menyarankan sebaiknya proses diskusi dalam sidang itsbat tidak perlu ditayangkan secara langsung melalui televisi,”

Menurut Menag, pembahasan dalam proses sidang isbat itu menyangkut hal yang sangat teknis terkait penentuan awal bulan, ilmu perbintangan, dan teknis hisab-rukyat yang belum tentu bisa dipahami oleh masyarakat, apalagi jika tidak mengikutinya secara utuh. Hal ini dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Ketidakpahaman ini bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karenanya banyak masukan agar proses diskusi tidak perlu ditayangkan secara langsung,” papar Menag.
Sedangkan hasil sidang isbat yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat, menurut Menag, tetap akan disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui siaran langsung televisi.  “Hasil atau kesimpulannya seperti apa, lalu keputusannya bagaimana, itu yang ditunggu masyarakat, dan karenanya pers perlu meliput itu,” ujarnya.

Saling Menghargai
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengemukakan, meskipun sebelum dilakukan sidang isbat, Kemenag melakukan lokakarya yang membahas penentuan awal Ramadlan 1435H, peluang terjadinya perbedaan awal Ramadhan masih akan tetap terbuka karena tidak terjadinya titik temu dalam kriteria posisi hilal (bulan).

Jika nanti setelah lokakarya masih terjadi perbedaan awal Ramadhan (Muhammadiyah sudah menetukan 1 Ramadhan pada Sabtu, 28 Juni 2014), Menag berharap umat Islam untuk saling menghargai dan menghormati segala perbedaan.




Ia mengingatkan, bahwa perbedaan penerapan Ramadan merupakan persoalan klasik karena adanya perbedaan metode yang digunakan yakni metode hisab dan rukyat.
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.