Translate

Thursday, July 17

Validasi Data Pengguna Ponsel, Kominfo dan Operator Gandeng Kemendagri

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Validasi Data Pengguna Ponsel, Kominfo dan Operator Gandeng Kemendagri
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/07/aturan-baru-bagi-pengguna-ponsel-sistem-prabayar.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!
aturan baru bagi pelanggan ponsel sistem prabayar

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) bersama-sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bakal melakukan registrasi pelanggan layanan telepon seluler (ponsel) sistem prabayar. Langkah itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menkominfo Nomor 23 Tahun 2005 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.




Dengan registrasi ini maka calon konsumen kartu prabayar perdana harus menggunakan identitas aslinya sesuai kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM) ataupun paspor. Lantas bagaimana dengan calon pengguna layanan seluler yang belum memiliki kartu identitas resmi?

Riant Nugroho anggota Komite Regulasi Telekomunikasi BRTI mengatakan "Para pelajar atau siswa tidak akan bisa membeli kartu SIM perdana seenaknya seperti sekarang. Mereka bisa membeli jika orang tuanya yang melakukan transaksi jadi tidak bisa pake kartu pelajar,".

Dengan kebijakan itu maka pembeli kartu perdana akan diketahui identitasnya. Tak hanya itu, Kominfo, BRTI dan operator pun menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk menyukseskan registrasi pelanggan seluler. Sebab, Kominfo, BRTI dan operator membutuhkan data pengguna layanan seluler sesuai data e-KTP.

Pelanggan Prabayar Lama diwajibkan daftar ulang
Menurut Nonot Harsono anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 23 Tahun 2005 tentang Registrasi Terhadap Pelanggan Jasa Telekomunikasi, ada kewajiban penataan ulang pada dua hal penting. Yakni membatasi jumlah peredaran kartu SIM pra bayar di pengecer (outlet), dan kewajiban registrasi di gerai atau toko yang diberi otoritas oleh operator telekomunikasi dengan penggunaan ID yang benar.

Mekanisme pendaftarannya meliputi, pertama, pastikan tanda pengenal Anda tidak difotokopi oleh petugas outlet. Kedua, registrasi harus dilakukan di outlet resmi. Ketiga, outlet yang tidak memiliki poster resmi dari Keminfo bukan outlet resmi.

Kewajiban registrasi kartu SIM ini sementara hanya diperuntukkan kepada pelanggan baru atau pembeli kartu perdana. Namun, ke depan pelanggan lama juga diwajibkan melakukan registrasi ulang.
Registrasi nomor kartu perdana SIM prabayar yang dilakukan lewat sistim pengiriman pesan ke 4444 terlalu longgar. Banyak pembeli yang asal menuliskan nama, alamat, dan tanggal lahir, sehingga anak yang belum cukup umur pun bisa membelinya.

Bagi pelanggan lama yang tidak mendaftar dalam waktu enam bulan maka layanan selulernya akan diblok sehingga tidak bisa melakukan panggilan maupun mengirim pesan singkat (SMS).

Hanya Outlet yang Bisa Registrasi Pelanggan Prabayar
Tinggal dua pekan lagi, masyarakat yang ingin membeli kartu perdana prabayar akan dikenakan aturan baru. Jika sebelumnya, saat membeli kartu perdana bisa diregistrasi sendiri oleh pembeli, mulai bulan depan tidak bisa lagi. Registrasi hanya bisa dilakukan outlet atau gerai.

Alexander Rusli selaku Ketua Umum ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) mengatakan "Semua sistim registrasi pelanggan prabayar akan kita benahi. Kami juga akan membantu anggota ATSI dalam perbaikan proses registrasi dengan membuat petunjuk tatacara prosedur registrasi pelanggan prabayar untuk dijadikan referensi bagi anggotanya,".

Dia menyampaikan, dengan registrasi pelanggan prabayar hanya dilakukan penjual, outlet, maupun gerai, otomatis tidak ada lagi registrasi pelanggan prabayar yang dilakukan sendiri oleh pelanggan.




Selain itu operator akan melengkapi dirinya dengan Distribution Monitoring System, sehingga dapat diketahui semaksimal mungkin, dari outlet mana registrasi pelanggan tersebut dilakukan.

Alex menambahkan, perubahan proses ini diharapkan mampu mendorong akurasi data pelanggan prabayar semakin membaik. Dengan meningkatnya akurasi data pelanggan prabayar, pemerintah dan operator melindungi pelanggan prabayar dari penipuan atau SMS atau telepon spam melalui layanan telekomunikasi prabayar, serta dapat melakukan tindakan penegakan hukum bagi penipu.
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

1 komentar:

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.