Translate

Sunday, September 7

Pekerja Bangunan Perangi Buta Huruf dan Bolos Murid SD Lewat Sarapan Gratis

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Pekerja Bangunan Perangi Buta Huruf dan Bolos Murid SD Lewat Sarapan Gratis
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/09/Pekerja-Bangunan-Perangi-Buta-Huruf-dan-Bolos-Murid-SD-Lewat-Sarapan-Gratis.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!
Sikap seperti inilah yang semesti nya kita contoh. Pasal nya meskipun hanya sebagai pekerja bangunan tetapi kepedulian terhadap pendidikan terutama terhadap anak usia Sekolah Dasar (SD).


Seorang pekerja bangunan di Adelaide memiliki kepedulian yang sangat tinggi mengenai pentingnya sarapan pagi bagi murid-murid sekolah dasar. Sejak lima tahun terakhir dia telah membagikan sarapan bagi puluhan ribu murid sekolah dasar yang kurang mampu. Paket makanan  itu dibawanya di truk pengangkut bahan bangunan miliknya.
Aksi mulia yang dilakukan pekerja bangunan Ian Steel ini bermula ketika dia memperhatikan perbedaan tingkah laku anaknya dengan siswa lain yang duduk di sekolah dasar.
Setelah ditelusuri, perilaku kawan anaknya itu yang sedikit bermasalah ternyata tidak lepas dari latar belakang kehidupannya yang tidak mampu. Perilaku mereka ternyata merefleksikan situasi sulit yang harus mereka hadapi.
"Ada seorang anak berumur 5 tahun yang dihukum karena berkelahi dengan temannya, anak itu dikeluarkan dari kelas yang  bahkan belum dimulai dan berada diluar kelas seharian sehingga tidak bisa belajar,” tutur Ian Steel berkisah.
"Saya mulai melakukan penelitian dan mendapati kalau anak-anak yang berkelakuan buruk seperti ini kerap pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu,”
"Saya pernah mendapati seorang anak yang terpaksa harus mengorek tempat sampah untuk menemukan makanan atau mengkonsumsi makanan anjing hanya karena mereka tidak mampu membeli makanan untuk dirinya sendiri, “
"Sejumlah anak hidup dikursi belakang mobilnya dan tidak mampu membeli seragam sekolah,”
"Saya juga menjumpai anak berusia 5 tahun yang tidak mampu menyebutkan warna dasar, tidak tahu buku itu apa dan kalaupun mereka tahu bentuk buku mereka tidak tahu cara membukanya dan membacanya,”
Temuannya ini mendorong Steel melakukan sesuatu, berawal pada tahun 2009 lalu ia membagikan sarapan ke sekolah-sekolah yang diangkutnya dibagian belakang truk pengangkut bahan bangunan miliknya.
Dia kemudian membangun organisasi non profit - Kick Start for Kids (KSFK),  yang saat ini menyediakan sekitar 20 ribu paket sarapan untuk 120 sekolah di Adelaide Utara, Barat dan Selatan dengan bantuan sejumlah relawan.
Sarapan membantu anak lebih siap belajar dan bersosialisasi
Sekolah Dasar St Joseph di Utara Adelaide kerap mengundang siswa dan keluarganya untuk mengikuti sarapan pagi yang diselenggarakan KSFK setiap hari Jum’at.
Kepala Sekolah, Chris Platten mengatakan anak-anak yang tidak sarapan pagi banyak menderita selama waktu sekolah.
"Tidak sarapan membuat mereka kurang konsentrasi, merasa lapar dan lelah, dan kurang bersemangat. Tapi ketika mereka sarapan mereka lebih bertenaga, lebih bersemangat dan siap berinteraksi dalam seluruh proses pengajaran di kelas,” kata Chriss Platen.
Platten menambahkan program penyediaan sarapan ini juga membantu siswa untuk lebih ‘tersambung’ dengan komunitas di sekelilingnya.
"Anak-anak merasa lebih terhubung dan lebih baik mengenai dirinya sendiri karena mereka terlibat dalam kegiataan belajar mengajar,”
Steel mengatakan keterlibatan anak-anak dalam program ini telah berhasil meningkatkan kemampuan baca tulis dan menurunkan angka siswa yang tidak masuk sekolah.
"Anak-anak menjadi tepat waktu datang ke sekolah karena mereka ingin mendapatkan sarapan dan mereka juga lebih bersemangat dengan sekolah mereka,” kata Steel.
"Jumlah ketidakhadiran siswa juga menurun 70% karena anak-anak senang pergi ke sekolah dan merasa bahagia dengan diri mereka sendiri.”
"Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid SD, dan jika mereka bisa sarapan dan makan siang di sekolah, maka mereka bisa bersenang-senang dan belajar dengan baik,”
Program ini juga kerap melibatkan sejumlah tokoh atlet papan atas yang menawarkan program pendampingan bagi murid-murid sekolah dasar dalam kegiatan ini.
Pemain AFL dari klub Port Power, Jack Hombsch mengatakan ada banyak anak-anak yang awalnya sangat bermasalah, sehingga butuh waktu bagi mereka untuk mempercayai seseorang.


"Butuh waktu enam hingga 7 kali kunjungan sebelum akhirnya kita bisa membangun rasa saling percaya dengan murid seperti itu, tapi begitu kita berhasil membuat mereka percaya, rasanya senang sekali,”
"Anda bisa lihat setiap kali saya datang, maka mereka akan menyambut dengan senyuman di wajah mereka,”.

Sumber : ABC Australia
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.