Kasus Penghinaan Melalui Jejaring Sosial Kembali Terjadi

Kasus penghinaan melalui jejaring sosial kembali terjadi, setelah sebelum nya kasus penghinaan terhadap warga Yogyakarta yang dilakukan Florence Sihombing seorang mahasiswi S2 UGM Yogyakarta, mencuat melalui akun jejaring sosial Path. Kali ini, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil melaporkan akun Twitter @kemalsept ke kepolisian karena kicau-nya dinilai bernada hinaan kepada kota bandung.



Selain penghinaan tersebut, akun twitter @kemalsept juga menyebut Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung dengan kata yang tidak pantas dilontarkan.

Seperti diberitakan Kompas, Menurut Emil, kicauan @kemalsept telah melanggar Pasal 27 UU No. 11 Tahun 2008 tentang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE).

"@kemalsept anda secara resmi sy laporkan ke kepolisian, utk twit2 penghinaan. psl 27 UU 11 thn 2008," tulis Emil di akun twitternya, @ridwankamil, Jumat (5/9/2014).


Adapun isi pasal 27 UU nomor 11 tahun 2008 adalah Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman pidana pasal 45(1) KUHP. Pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Diatur pula dalam KUHP pasal 282 mengenai kejahatan terhadap kesusilaan.



Semoga kedua kasus melalui jejaring sosial diatas yang akhir-akhir ini lagi mencuat atau menjadi berita hangat saat ini manjadikan kita lebih hati-hati dalam berinteraksi dengan sesama.

Sumber : Kompas