Translate

Friday, October 10

Aceh Mulai Garap Film Muatan Lokal

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Aceh Mulai Garap Film Muatan Lokal
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/10/aceh-mulai-garap-film-muatan-lokal.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!

Dinas Pendidikan Provinsi Aceh mulai membuat film video muatan lokal “Dodaidi”. Film ini mendokumentasikan seni tutur yang disampaikan para orang tua sebagai pengantar tidur anak-anak nya di sejumlah daerah di Banda Aceh mulai digarap.
“Kami berharap film/video muatan lokal yang memuat pesan pendidikan kepada anak-anak sudah didisbutrikan ke sekolah-sekolah di Aceh pada akhir tahun ini,” kata Kepala Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh Zulkarnaini di Banda Aceh, Senin (6/10).Description: Description: http://setkab.go.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Film muatan lokal “Dodaidi” versi Gayo itu mulai syuting di Aceh Tengah. Selanjut nya tim akan melakukan syuting ke Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan dan beberapa daerah lain nya.
“Akhir-akhir ini seni tutur (Dodaidi) para orang tua terhadap anak-anak nya menjelang tidur itu sudah jarang dilakukan. Kita berharap dengan lahir nya film/video muatan lokal ini maka generasi muda di Aceh akan bisa mengenali kembali budaya leluhur yang cukup mendidik itu,” kata Zulkarnaini
menambahkan
.
Menurut Zulkarnaini, pesan-pesan dalam bentuk syair yang dilantunkan itu mengesankan makna tentang besarnya kasih sayang, tanggung jawab dan harapan orang tua dalam mengasuh anak nya.
“Dalam budaya masyarakat adat Aceh, anak itu adalah amanah yang patut dijaga dan dipelihara dengan baik, selain juga sebuah kekuatan rasa kasih sayang suami isteri (mu’asyarah bil ma’ruf) sebagai mawaddah dan rahmat Allah SWT untuk memperkuat bangunan hubungan rumah tangga
yang rukun damai, bahagia dan sejahtera sesuai nilai-nilai Islami,” kata nya.
Anak juga dalam pandangan masyarakat Aceh adalah sebagai penyambung hubungan naluri batiniah dan jasmaniah antara orang tua. Kondisi itu dapat ditemukan dalam nuansa ungkapan pantun-pantun atau dalam bahasa daerah (Aceh) dikenal dengan “Peurateb Aneuk (dodaidi)".
“Pada masa lalu, Dodaidi itu merupakan sebuah kebiasaan kaum ibu di gampong-gampong (desa). Seorang ibu saat menidurkan anak-anaknya di dalam ayunan melantunkan syair-syair yang penuh pesan moral,” kata Zulkarnaini.
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.