Akreditasi Sekolah Habis, Siswa tak Bisa Ikut Unas


Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak menoleransi sekolah-sekolah yang tidak memperpanjang status akreditasi nya. Sebab, dampak nya tidak baik untuk siswa. Sesuai aturan, sekolah yang status akreditasi nya sudah habis tidak bisa menyelenggarakan ujian nasional (unas). Selain itu, sekolah tersebut tidak bisa menandatangani ijazah kelulusan siswa.

Kepala Bidang Standarisasi dan Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto mengatakan, akreditasi sekolah dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM). Badan itu juga yang melakukan visitasi ke sekolah-sekolah.

”Untuk menilai kelayakan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan, layak atau tidak untuk proses belajar mengajar,” kata nya kepada JPNN, Senin (13/10).

Proses akreditasi itu tidak singkat. Butuh waktu satu tahun. Sebab, ada 15 kegiatan yang harus dilalui sebagai proses penilaian. Juga, ada enam tahap yang dilalui sebelum BAP-SM melakukan visitasi ke sekolah-sekolah. Tahapan itu antara lain, pengumuman pendaftaran, pendaftaran oleh sekolah secara online, verifikasi pengajuan online untuk mendapat akun username dan password, mengisi formulir online, dan verifikasi ke sekretariat BAP-SM. Setelah itu, ada nilai kelayakan dari BAP-SM yang menyatakan sekolah itu bisa divisitasi atau tidak.

Untuk jenjang SD-SMA, yang diakreditasi adalah lembaga nya. Sedangkan untuk SMK, yang diakreditasi adalah per jurusan. Kemudian untuk SLB juga diakreditasi antara lain SDLB, SMPLB, SMALB. Masing-masing juga diakreditasi sesuai dengan jenis SLB-nya. Misal nya, sekolah untuk tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan sebagainya. Masing-masing memiliki instrumen dan perangkat akreditasi yang berbeda.