Translate

Sunday, November 16

Inilah Cara mengenalkan aturan dan norma pada Balita

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Inilah Cara mengenalkan aturan dan norma pada Balita
URL : http://qizz234.blogspot.com/2014/11/inilah-cara-mengenalkan-aturan-pada-anak.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!
Saat yang paling tepat bagi orangtua untuk mengenalkan pada anak wawasan baru yang disebut “aturan” dan norma adalah ktika sang buah hati sudah mulai berjalan, melompat, dan bermain sendiri. Hal tersebut dimaksudkan agar anak mengerti sejak dini bahwa setiap individu bisa melakukan segala hal tetapi tetap pada batasan-batasan yang baik.

Seperti dilansir tabloidnova, Aturan yang diterapkan tentu nya yang sesuai dengan usia dan kemampuan balita. Di antara nya adalah : Tidak melemparkan makanan, merapikan mainan, tidak memanjat, serta tidak memukul dan menggigit.
Berikut penjelasan nya :

Tidak Melemparkan Makanan
Anak seringkali secara tidak sengaja melemparkan makanan nya, hal ini merpakan bagian dari proses belajar dan perkembangan motoric nya. Akan tetapi anda sebagai orang tua, tidak bisa membiarkan nya begitu saja. Anda harus mengatakan kepada anak bahwa membuang makanan bukanlah hal yang baik. Ajarkan juga kepada anak untuk membersihkan makanan nya sendiri.

Merapikan Mainan
Ketika waktu bermain tiba, sibuah hati selalu senang. Dan coba perhatikan apa yang terjadi setelah si anak selesai bermain. Mainan biasanya dibiarkan berantakan oleh si kecil. Nah disini peran anda sebagai orang tua mengajarkan kepada anak untuk merapikan mainannya setelah bermain. Jika anak menolak, katakan kalau Anda tidak akan mengijinkan nya menggunakan mainan nya lagi.

Tidak Memanjat
Saat balita sudah bisa berjalan, ia pasti akan mencoba untuk mendaki benda-benda yang mungkin didakinya (kursi, meja, tangga). Jelaskan pada anak bahwa hal itu bisa membuatnya terjatuh dan terluka. Alihkan keinginan anak mendaki dengan menyediakan mainan lain. Misalnya, membuat tenda dari seprei dan lain sebagai nya.

Tidak Memukul atau Menggigit
Sulit bagi balita untuk mengekspresikan perasaannya karena keterbatasan bahasa. “Ketika marah, frustasi, atau kecewe, kadang ia bereaksi secara fisik seperti menggigit dan memukul tanpa memperhatikan konsekuensi dari tindakannya,” ungkap Dr William Sears dari Ask drs ears.com.
Jelaskan pada anak bahwa perilaku tersebut tidak baik dan menyakitkan. Jangan lupa juga untuk mengajari nya meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakan nya.

Sumber:  Askdrsears.com
Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.