Sekolah diluar pilot project diharuskan memakai KTSP


Polemik kurikulum 2013 (K13) terus berlanjut, kali ini giliran sekolah-sekolah di luar kuota pilot project dipastikan kesulitan melanjutkan K13. Pasal nya kementerian kebudayaan, pendidikan dasar dan menengah (Kemenbud Dikdasmen) tidak akan bertanggungjawab jika mereka tetap memberlakukan K13, meski sudah 3 (tiga) semester memakai nya.


Sekolah-sekolah tersebut diharuskan kembali ke kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), karena Kemenbud Dikdasmen hanya akan menjamin pelaksanaan K13 di sekolah pilot project yang jumlahnya 6.221 se Indonesia.
surya mengabarkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun mengungkapkan, keharusan kembali ke KTSP bagi sekolah non pilot project itu disampaikan Menbud Dikdasmen dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin (22/12/2014), serta sesuai dengan Peraturan Menteri nomor 160 Tahun 2014.
Dengan kembalinya sebagain besar sekolah ke KTSP, berarti akan mengubah program pembinaan dan peningkatan mutu yang sebelumnya diprioritaskan untuk K13.
Disinggung tentang buku KTSP yang hingga kini belum tersedia di sekolah, menurut Harun sistem pengadaan buku akan dikembalikan pada sistem lama dimana siswa yang akan mencarinya sendiri.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah, untuk memilih melanjutkan K13 atau kembali memakai KTSP.
Keputusan sekolah itu harus disertai dengan surat pernyataan, yang mana berisi alasan mengapa tetap melanjutkan Kurikulum 2013 atau kembali ke KTSP.
“Surat pernyataan ini sudah kami serahkan kepada kementerian. Kami tinggal menunggu proses verifikasinya,” jelasnya.