Siswa bisa ulang UN 2015, jika tidak memenuhi kompetensi nasional








Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, hasil Ujian Nasional (UN) dapat digunakan untuk melihat posisi siswa, sekolah atau daerah, secara nasional. Hasil UN 2015 tidak akan lagi menjadi penentu kelulusan. Namun fungsi UN tersebut untuk pemetaan dan syarat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tetap berlaku. 
“Hasilnya bukan lulus atau tidak lulus, tetapi angka,” ujar Mendikbud  (16/01/2015).


Ia juga berkata, hasil UN 2015 berupa angka itu dilakukan untuk pemetaan, di mana dapat dilihat posisi siswa secara nasional. Jika hasil UN 2015 tersebut menunjukkan siswa tidak memenuhi kompetensi nasional, maka siswa dapat mengulang UN 2015 di tahun berikut nya.
“Sehingga ketika anak menerima hasil (UN), dia tahu posisinya di mana. Jadi bukan dinyatakan lulus atau tidak lulus,” kata nya.
Pemetaan dari hasil UN 2015 tidak hanya secara umum per mata pelajaran. Melainkan ada komponen-komponen lebih detail. Misal nya saja di mapel matematika, siswa memiliki kekuatan dalam trigonometri, namun kelemahan dalam bangun-ruang. Begitu juga dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Siswa bisa saja memiliki kompetensi baik dalam membaca wacana, namun lemah dalam prosa.
Dari pemetaan itulah siswa yang belum memenuhi kompetensi nasional bisa mengulang UN di tahun berikutnya, meski ia telah dinyatakan lulus sekolah. 
“Yang diberikan kesempatan yang nilainya kurang. Opsional. Tidak ada kewajiban mengulang. Tapi jika dirasa ingin mengulang, boleh,” ujar Mendikbud.

Demikian informasi terbaru mengenai UN 2015 yang nantinya hasil UN 2015  dijadikan sebagai pemetaan,