Translate

Tuesday, March 31

Inilah perjuangan para OPS di Papua

Informasi Halaman :
Judul Artikel : Inilah perjuangan para OPS di Papua
URL : http://qizz234.blogspot.com/2015/03/inilah-perjuangan-para-ops-di-papua.html
Bila berniat mencopy-paste artikel ini, mohon sertakan link sumbernya. ...Selamat membaca.!






Papua merupakan provinsi yang sarat kendala, terkait pemasukan data pada aplikasi Dapodik. Mulai dari medan geografis yang berat, tidak adanya sinyal telepon maupun listrik, hingga minim nya sumber daya manusia (SDM).
Namun kondisi berat itu tak lantas membuat Dinas Pendidikan dan operator sekolah (OPS) menyerah. Berbagai keterbatasan dihadapi dengan kemampuan optimal.
Kepala Seksi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Papua, Cornelis Timisela, mengungkapkan, operator sekolah memasukkan data satuan pendidikan, peserta didik, dan PTK secara luring (offline) melalui program aplikasi yang telah diinstalasi di laptop operator sekolah. Setelah data dimasukkan ke aplikasi itu, mereka datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk melakukan sinkronisasi ke server Pusat.
“Setelah mereka edit, kami sinkronkan. Lalu kami periksa lagi,” kata Cornelis (31/3)
Tambahnya, pihak Dinas memberi tenggat waktu kepada OPS untuk memasukkan data yang diperlukan. Kapanpun mereka selesai dan datang ke kantor Dinas, akan dilayani oleh operator Dinas. 
“Entah kapan dia kembali lagi. Kadang kembalinya sesudah tutup deadline,” kata nya. 
Akibatnya, keterlambatan pemasukan data menyebabkan sebuah sekolah tidak menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tunjangan guru.
Tak jarang, OPS di Dinas Pendidikan dimarahi guru yang tidak terima tunjangan. Operator hanya bisa menjelaskan bahwa hal demikian terjadi lantaran keterlambatan pemasukan data ke dalam aplikasi Dapodik.
Bentuk komunikasi lain antara Dinas Pendidikan dan kepala sekolah atau operator sekolah yaitu melalui surat. “Jika dikirim bulan ini, bisa 2-4 minggu baru sampai,” terang nya.
Cornelis merasa senang kian hari sistem Dapodik meningkat baik. Memudahkan operator sekolah dan Dinas Pendidikan dalam melakukan pemasukan data. Ia berharap, agar kinerja semakin baik, operator sekolah di wilayahnya diberi hibah laptop.  
“Komputernya saja leletnya bukan main. Kadang instal tidak jadi,” ungkap nya. 
Usulan pengadaan laptop melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah telah dilayangkan tapi tak kunjung mendapat jawaban.

Berdasarkan laman Dapodikdas, hingga 31 Maret 2015 pukul 18.30 WIB, progres pemasukan data Dapodik secara nasional mencapai 99,5%. Papua telah menyelesaikan pengiriman data sebesar 95,85%. Dari angka itu, Kabupaten Supiori sudah tuntas 100% memasukkan data Dapodik.


Jika Anda menyukai Artikel di web ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di www.qizz234.blogspot.com / Pusat segala Informasi

0 komentar:

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.