Sudah ditemukan 6 honorer bodong, dalam verifikasi data kali ini


BKD Jember memverifikasi berkas CPNS honorer K-2 mulai 17 sampai 23 Juli. Untuk mencegah honorer yang memanipulasi data, Badan Kepegawaian Daerah menggandeng pihak kepolisian.



Selama verifikasi data, Badan Kepegawaian Daerah mengidentifikasi CPNS honorer K2 yang mengunakan data bodong alias tidak valid. Sudah ada 6 orang diduga menggunakan data bodong.

Selama verifikasi tersebut, kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mendampingi honorer K2 yang ikut pemberkasan. Hal itu dimaksudkan untuk mengonfirmasi bahwa para CPNS benar-benar bekerja di tempatnya dan bekerja minimal sejak 1 Januari 2005 serta usia maksimal 45 dan minimal 19 tahun.

Selain itu, kepala SKPD yang menjadi pendamping menandatangani pernyataan sebagai saksi bersama polisi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), inspektorat, serta CPNS yang bersangkutan.
Deni Irawan selaku Kasubag Mutasi Promosi Tenaga Administrasi BKD Jember mengatakan ’’Bila diketahui palsu dan sudah tanda tangan, bisa dipidanakan,’’.

6 orang yang tidak lolos verifikasi tersebut, kata dia, disebabkan para pendamping alias kepala satuan kerja yang bersangkutan tidak bersedia bertanda tangan.



’’Di antara total 1.010 CPNS honorer, 60 persen berasal dari tenaga guru atau dinas pendidikan. Sekitar 600-an dari guru,’’ ungkapnya.


Setelah verifikasi selesai, pengangkatan CPNS tenaga honorer bisa dilaksanakan.