K2 Bodong, pilih mundur atau berurusan dengan hukum

Hasil investigasi, ditemukan banyak honorer K2 bermasalah. Dua orang honorer K2 sudah dilaporkan ke Polres Taput. Selain itu, sesuai temuan di lapangan, banyak pihak yang sebenarnya terpaksa melakukan pemalsuan itu.



seperti diberitakan New Tapanuli Honorer kategori dua (K2) Tapanuli Utara (Taput), Sumut, yang telah dinyatakan lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun merasa sebagai honorer palsu alias bodong, diminta untuk mengundurkan diri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pemantau Pemerhati Pembangunan Daerah Rahlan Sanrico Lumbantobing

“Mana yang lebih baik? Segera mengundurkan diri daripada nanti kita laporkan, sudah kena pecat juga akan  tersandung hukum lagi. Untuk itu, bagi honorer K2 yang memang memanipulasi data untuk segera mengundurkan diri saja,” ujarnya.

Untuk itu, sekali lagi dia diimbau agar honorer K2  yang memanipulasi data tahun pengangkatan untuk mengundurkan diri saja. ”Tetapi kalau memang tidak ada itikad baik mereka, maka terpaksa kita pun akan melaporkannya lagi,” jelasnya.

Mengenai proses penyelidikan di Polres Taput terhadap dua honorer K2 yang dilaporkannya karena diduga memanipulasi data, Rahlan mengatakan, pihaknya memberikan kepercayaan kepada Polres untuk mengusut  kasus tersebut.

Kepala BKD Taput Eriskon Siagian mengatakan, Pemkab Taput sangat mendukung kalau ada masyarakat yang melaporkan kalau mengetahui adanya honorer K2 yang telah melakukan manipulasi data.



"Tetapi kita minta kalau melaporkan itu, ya memang harus dengan data yang akurat. Jangan karena alasan subjektif,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari 400 lebih honorer K2 di Taput yang mengikuti ujian penerimaan seleksi CPNS, sebanyak 281 orang diantaranya akhirnya dinyatakan lulus seleksi.