Isu Virus Ebola, Pemerintah Jamin kesehatan Jamaah Haji

Persiapan penyelenggaraan ibadah haji untuk sektor kesehatan terus digempur isu penyakit mematikan. Setelah beberapa waktu lalu publik dibuat resah dengan penularan virus Corona, sekarang giliran penularan virus Ebola yang mengancam.

Meskipun digempur 2 isu penyakit mematikan itu, pemerintah menjamin kesehatan jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima itu.

Abdul Jamil selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan "Insyallah persiapan kami tidak akan terganggu dengan kebeardaan virus Ebola maupun virus Corona yang beberapa waktu lalu menggemparkan Arab Saudi dan sekitarnya,".

Dirjen PHU meminta semua calon jamaah haji yang masuk porsi berangkat tahun ini tetap tenang dan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait teknis pembekalan kesehatan jamaah haji.

Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengabarkan, bahwa kemarin secara resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ebola sebagai public health emergency of international concern (PHEIC). Yang artinya, ebola masuk dalam kejadian luar biasa yang beresiko resiko bagi kesehatan masyarakat negara lain karena berpotensi menyebar lintas negaa. Serta wajib menjadi concern dunia internasional.

"Kalau sudah masuk PHEIC itu artinya ini keadaan darurat, berbahaya. Kita akan tunggu langkah WHO selanjutnya. Kita terus berkoordinasi agar terus tahu perkembangannya," ujar Wakil MEnteri KEsehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti seperti diberitakan JPNN.

Penetapan ini pun dikatakannya tidak gegabah. Biasanya, WHO memutuskan untuk memasukkan suatu penyakit menjadi PHEIC setelah menerima data dari negara endemic, yang kemudian dilakukan penilaian resiko serta bukt ilmiah dan pertimbangan dari komite kesehatan dunia.

Penyakit ini sendiri memang dikatakan memiliki kesempatan kecil untuk masuk Indonesia. Namun, penyakit yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinya itu telah diduga masuk ke Timur Tengah, melalui Jeddah. Dan, seperti yang diketahui, lebih dari jutaan warga negara Indoensia (WNI) yang bekerja di sana. Kekhawatiran WNI terinfeksi wabah ebola ini pun muncul di sana.


Ghufron mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di Saudi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan pengertian terkait penyakit yang telah menelan korban sebanyak 932 orang ini. sehingga bisa mensosialisasikannya pada WNI di sana.

Sementara untuk petugas kesehatan haji, pihak Kemenkes telah memberikan pelatihan-pelatihan khusus dalam menangani pasien yang diduga terinfeksi Ebola.