Mendikbud: Keteladanan Tak Boleh Berhenti di Satu Orang

Orang-orang yang berprestasi diharapkan menjadi inspirasi bagi orang lain di sekitarnya. Caranya, bagi pengalaman dan ilmu yang didapat kepada mereka. Keteladanan ini diharapkan bertumbuh-kembang dan tidak berhenti di satu orang.
Mendikbud Anies Baswedan mengatakan “Biar regenerasi. Itu tanggung jawab moral,” katanya saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi yang digelar di Graha Utama Gedung Ki Hadjar Dewantara yang juga dihadiri oleh para pemenang Lomba sekolah Sehat (LSS), Tata kelola BOS Kepala SD dan SMP, Olimpiade Internasional, dan Pelihara dan Pelestari Cagar Budaya.
Menurutnya, kehadiran mereka mengikuti upacara detik-detik Proklamasi di Istana Negara pada 17 Agustus lalu adalah panggilan negara. Jumlah tamu undangan sekitar 8 ribu, tambahnya, sangat sedikit. 
“Tapi bagi 250 juta penduduk Indonesia lainnya, you are specialI” katanya.
Orang-orang berprestasi, lanjut Anies, memiliki tanggung jawab ekstra dibanding yang lain karena di pundak mereka tersemat gelar keteladanan. Ia pun berpesan kepada siswa-siswi untuk belajar sejarah. “Pelajari sejarah, tapi bukan semata-mata untuk menjadi pakar sejarah. Anda belajar sejarah untuk membuat sejarah. Tugas Anda berikutnya adalah membuat sejarah baru bagi Indonesia,” tegasnya.
Dalam laporannya, Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, mengatakan seharusnya peserta yang hadir dalam acara silaturahmi berjumlah 800 orang. Sebab peserta lomba keteladanan lain, yang mencakup semua pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, pengelola dan penyelenggara pendidikan di seluruh Indonesia, belum bisa hadir.
“Tahun ini untuk lomba pendidik dan tenaga kependidikan diselenggarakan menjelang Hari Guru Nasional sehingga para guru dan pamong pelajar, kepala sekolah, pengawas, dan penilik, acaranya bulan November mendatang,” jelasnya.


0 Response to "Mendikbud: Keteladanan Tak Boleh Berhenti di Satu Orang"

Post a Comment

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Perhatian !!!
1. No link (baik live link maupun link tidak aktif);
2. Dilarang berkomentar yang tidak sesuai dengan norma, karena ini adalah
blog pendidikan;
3. Dilarang berkomentar dengan huruf kapital semua;
4. Yang tidak mematuhi, mohon maaf komentar akan dihapus.